Kami selalu update..
Cerita, Moment, dan Pencapaian Makaroni Ngehe menuju tahun ke-10.
Wajah kedua
“Kamu tau gak kalau Kuntilanak tinggalnya di pohon. Tapi dia bisa keluar lewat patung, lukisan, bahkan ... cermin.” Mirel merapatkan bibir, ditatapnya cermin yang tertempel di tembok tepat berada di atas kepala Lara yang sedang duduk di depannya.
Anaknya Bapak
“Wah, rambutmu makin beruban sebelum saatnya, Rein… Mirip bapakmu hehe, ” ujar Tyo, sepupu dari pihak bapakku.
Spontan aku berdiri menuju wastafel yang terdapat kaca dekat situ. Memang terlihat banyak uban sih. Padahal kakak-kakakku saja belum banyak ubannya. Kenapa semakin ke sini, malah ubanku makin banyak ya…
Cermin
Sedari kecil aku begitu menyukai sebuah benda, yaitu cermin. Awal mula aku sukapun begitu anehnya. Aku seperti menemukan teman baik yang bisa ku ajak bercerita semauku kapanpun dan dimanapun aku mau. Memang ada banyak orang disekitarku, bukan karena aku tak mempercayai mereka, tapi cermin lebih membuatku nyaman akan cerita yang ku curahkan. Kadang akupun sempat berpikir, “Seperti orang gila saja aku. Haha.”
Dulu Jual Sandal, Sekarang Ali Raup Ratusan Juta Rupiah dari Makaroni
Hidup sebagai karyawan swasta tidak memberikan jaminan bahwa akan meraup uang dalam jumlah banyak.
Eksklusif Ali Muharam, dari Tukang Sandal Hingga Juragan Makaroni
Permintaan dan penggemar yang kian bertambah, mendorong banyak anak-anak muda untuk menjawab permintaan mereka.
time capsule.
“Hey bloggie, sup? Sunny afternoon here, kereta melintas dan Jakarta masih sibuk seperti biasanya. Hanya aku saja yang sementara ini stagnan, monoton persis seperti kehidupan rusun yang sedang aku jalani sekarang ini. Dari lantai lima, aku coba menjaga obor semangat dari tiupan keraguan yang dihembuskan orang-orang sekitar.”
Hidup Tak Lagi Sepedas Makaroni
Dua tahun terakhir, Makaroni Ngehe, camilan yang diproduksi Ali Muharam (29), terbilang mencuat. Di Jakarta, gerai-gerai makaroni ini selalu ramai pembeli.